Kelas 9 - Bab Harmoni Keberagaman Masyarakat Indonesi
a. Makna Harmoni dalam
Keberagaman Sosial Budaya, Ekonomi dan Gender dalam Bhineka Tunggal Ika
1. Harmoni dalam keberagaman sosial budaya, ekonomi, dan gender
Padamasyarakat Indonesia.
a) Harmoni dalam keberagaman
sosial budaya.
Pernahkah kalian menonton konser musik? Ada berapa alat musik yang
ditampilkan? Coba sebutkan satu persatu jenis-jenis alat musik itu, dan
bagaimana cara memainkannya. Dengan alat musik yang berbeda dan dimainkan sesuai
nada dalam waktu yang bersamaan, maka akan menghasilkan musik yang harmoni.
Yaitu adanya urutan bunyi dan keserasian nada yang bersamaan. Seperti halnya
konser musik tersebut, maka keadaan sosial budaya pada masyarakat Indonesia
yang beranekaragam, diperlukan adanya harmonisasi dalam masyarakat. Terciptanya
paduan keselarasan, saling menghormati, menyayangi serta mensinergikan dan
menyelaraskan segala macam perbedaan secara ikhlas dan alamiah di lingkungan
sosial budaya. Kehidupan masyarakat Indonesia yang berasal dari latar belakang
yang beragam suku, budaya, agama, tradisi, pendidikan, ekonomi dan sebagainya,
merupakan kodrat yang harus diterima oleh bangsa Indonesia Maka, di sinilah
keindahan sebuah komunitas sosial bila mampu merekat berbagai perbedaan itu dan
menjadikannya sebagai sarana untuk saling memahami, tepo seliro dan toleransi,
yang akhirnya akan mempererat persatuan dan saling mencintai. Keberagaman sosial pada masyarakat Indonesia
melahirkan bermacam-macam status sosial, mata pencaharian, serta kedudukan dan
jabatan dalam masyarakat. Karena manusia sebagai makhluk sosial yang tidak
dapat hidup sendiri tanpa bantuan orang lain, sehingga dengan keberagaman
tersebut setiap individu dalam masyarakat akan saling membutuhkan dan saling
melengkapi.
Kekayaan bangsa Indonesia juga nampak dari keanekaragaman budaya daerahnya yang memiliki ciri khas masing-masing, berupa alat musik tradisional, senjata tradisional, rumah adat, lagu-lagu daerah, kerajinan tradisional, pakaian adat, bahasa daerah, makanan tradisional dan lain-lain yang akan terasa harmoninya jika diselenggarakan festival budaya daerah.
b) Harmoni dalam keberagaman ekonomi.
Pernahkah kalian pergi ke pasar, supermarket atau mall? Barang-barang
apa saja yang diperjualbelikan di sana? Tentu, banyak sekali barang-barang
kebutuhan masyarakat. Mulai dari kebutuhan makanan, pakaian, dan kebutuhan
sehari-hari lainnya. Barang-barang yang diperdagangkan dan diproduksi oleh
perusahaan yang berbeda. Baik perusahaan besar, maupun perusahaan kecil dan
menengah. Tetapi, kalau sudah berada di pasar beranekaragam barang-barang
tersebut bersatu padu dengan penataan yang rapi sesuai dengan jenis-jenis
barangnya. Begitu juga dengan kondisi perekonomian masyarakat Indonesia
beranekaragam sesuai dengan tingkat penghasilan, pekerjaan, jabatan maupun
latar belakang pendidikan yang ditempuhnya. Sehingga taraf hidup masyarakat pun
berbeda-beda, ada yang berkecukupan maupun yang kurang mampu, namun
keharmonisan antaranggota masyarakat yang berbeda ini pula harus dapat
dipelihara.
Keadaan masyarakat
yang mengalami kemiskinan serta tidak mampu memenuhi kebutuhan hidupnya
meliputi makanan, pakaian, tempat tinggal, pendidikan, dan kesehatan, merupakan
akibat berkurangnya pendapatan masyarakat. Maka, mereka mengalami penurunan
daya beli barang-barang kebutuhan pokok. Hal tersebut menyebabkan masyarakat
tidak dapat hidup secara layak. Perlu ada upaya untuk membantu kehidupan mereka
yang dapat meningkatkan penghidupannya yang lebih baik. Dengan pemberdayaan
ekonomi masyarakat di sekitarnya atau kemudahan-kemudahan lainnya dalam
memperoleh fasilitas hidupnya yang lebih baik dari pemerintah dan kelompok
masyarakat lainnya. Sehingga akan tercipta pula harmoni dari keberagaman
ekonomi masyarakat.
c) Harmoni dalam keberagaman gender.
Amati gambar pahlawan wanita di atas! Tahukah kalian siapa saja
nama-nama pahlawan wanita tersebut? Dari manakah asal daerah mereka? Apa yang
mereka perjuangkan? Bagaimana perjuangannya? Walaupun kodrat mereka sebagai
perempuan, yang secara fisik lebih lemah dibandingkan laki-laki, namun semangat
perjuangannya untuk mencapai kemerdekaan bangsa Indonesia juga sangat tinggi.
Tradisi leluhur yang dianggap membelenggu kaum wanita tempo dulu, berkat
perjuangannya pula sedikit demi sedikit sudah mulai ada kemajuan. Perempuan
juga memiliki hak untuk mengaktualisasikan diri dalam kehidupan sosial, budaya,
ekonomi, maupun pertahanan dan keamanan di lingkungan bermasyarakat, berbangsa,
dan bernegara seperti halnya kaum laki-laki. Tentu saja jangan sampai
kehilangan jati diri dan kodratnya sebagai perempuan. Kesederajatan kaum
perempuan dan laki-laki dalam kehidupan bermasyarakat itulah yang sekarang ini
dikenal dengan kesetaraan gender. Secara harfiah gender berasal dari bahasa
Inggris yang berarti jenis kelamin. Gender merupakan suatu sifat yang melekat
pada laki-laki dan perempuan. Gender menunjukkan pembagian peran. kedudukan,
dan tugas antara laki-laki dan perempuan berdasarkan sifat-sifat yang
dimilikinya. Kesetaraan gender makin berkembang, bukan hanya perlakuan yang
adil berdasarkan ciri-ciri fisik antara laki-laki dan perempuan. Tetapi
mengarah kepada kompetensi kemampuan akademik atau keahlian yang dimiliki dari
setiap orang dalam kehidupan masyarakat. Tanpa membedakan jenis kelamin, baik
laki-laki maupun perempuan memperoleh kesempatan yang sama untuk berperan serta
dalam berbagai bidang kehidupan.
Pergeseran nilai
sosial budaya memengaruhi profesi atau mata pencaharian, maupun kedudukan
seseorang dalam masyarakat. Sekarang ini, sudah banyak kaum perempuan yang
menduduki jabatan penting di instansi-instansi pemerintah maupun swasta. Begitu
juga dengan profesi, yang dulu biasanya hanya dilakukan oleh kaum laki-laki,
tetapi sekarang juga banyak dilakukan oleh kaum wanita. Sementara itu, kaum
laki-laki saat ini juga banyak yang melakukan pekerjaan-pekerjaan yang dulunya
biasa dilakukan oleh kaum perempuan. Misalnya ada yang berprofesi sebagai cheff
atau ahli masak, desainer, penata rias.
Dengan demikian,
apapun profesi, kedudukan atau jabatan di masyarakat, baik-laki maupun
perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk berperan serta dalam kehidupan
sosial, budaya, ekonomi, politik, pertahanan, dan keamanan sesuai dengan
kemampuan masing-masing.
b. Permasalahan dan akibat yang muncul dalam keberagaman
masyarakat Indonesia.
Menurut Soerjono Soekanto, masalah sosial adalah suatu ketidaksesuaian
antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan
kelompok sosial. Bentrokan antara unsur-unsur yang ada dapat menimbulkan
gangguan hubungan sosial, seperti kegoyahan dalam kehidupan kelompok atau
masyarakat. Masalah sosial muncul akibat terjadinya perbedaan yang mencolok
antara nilai dalam masyarakat dengan realita yang ada. Yang dapat menjadi
sumber masalah sosial, yaitu seperti proses sosial dan bencana alam. Masalah
sosial merupakan suatu kondisi yang dapat muncul dari keadaan masyarakat yang
kurang atau tidak ideal. Maksudnya selama terdapat kebutuhan dalam masyarakat
yang tidak terpenuhi secara merata maka masalah sosial akan tetap selalu ada di
dalam kehidupan.
Masalah sosial dapat dikelompokkan menjadi 4 (empat) jenis faktor
penyebab, antara lain ekonomi, budaya, biologis, dan psikologis:
a) Faktor
ekonomi
Permasalahan
sosial yang disebabkan oleh faktor ekonomi, misalnya karena tidak seimbangnya
antara pendapatan dengan pengeluaran. Tidak tercukupinya kebutuhan hidup,
terutama makanan, pakaian, tempat tinggal, dan jaminan kesehatan.
b) Faktor
budaya
Kebudayaan
yang berkembang saat ini, banyak dipengaruhi oleh kemajuan teknologi serta
masuknya budaya asing. Gaya hidup yang cenderung meniru budaya asing, juga
memicu munculnya masalah sosial. Faktor ini harus mendapat perhatian secara
serius karena kebudayaan pada suatu negara dapat mencerminkan kebiasaan
masyarakatnya. Dengan mempelajari atau mendalami pendidikan agama, dapat
mencegah, menyadarkan, ataupun menyaring budaya asing yang masuk.
c) Faktor
biologis
Faktor
ini dapat menyebabkan timbulnya masalah sosial, seperti kurang gizi, penyakit
menular, dan lain-lain. Hal ini terjadi karena kurangnya fasilitas-fasilitas
kesehatan yang layak dan dapat terjadi juga karena kondisi ekonomi maupun
pendidikan masyarakat yang tidak mencukupi. Jadi sebagian besar kondisi dari
biologis masyarakat mudah terjangkit penyakit, untuk solusinya, pada saat ini
dengan cara meningkatkan fasilitas-fasilitas kesehatan dan memberikan
pengetahuan pada setiap anggota masyarakat tentang pencegahan serta memberi
pengetahuan pentingnya pola hidup sehat maupun pentingnya menjaga kebersihan
lingkungan.
d) Faktor
psikologis
Selain
ketiga faktor di atas, ada juga faktor psikologis. Masalah dari faktor ini,
dapat muncul jika psikologis suatu masyarakat sangat lemah. Faktor psikologis
juga dapat muncul jika beban hidup yang berat dapat dirasakan oleh masyarakat,
khususnya yang ada di daerah perkotaan, pekerjaaan yang menumpuk sehingga
menimbulkan stres, lalu dapat menimbulkan luapan emosi yang nantinya dapat
memicu konflik antar anggota masyarakat.
Komentar
Posting Komentar